Sabtu, 31 Agustus 2019
Kamis, 29 Agustus 2019
makalah peninggalan sejarah Masa praksara
Peninggalan Sejarah Masa
Praksara
1. Kapak Genggam
Barangkali dalam bayangan anda
kapak genggam di sini merupakan kapak yang terbuat dari besi sebagaimana yang
sering anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tentu itu berbeda pada
zaman praaksara. Kapak genggam pada zaman praaksara yang terbuat dari batu atau
lempung dan tak bertangkai itu ditemukan oleh seorang bernama Ralph von
Koenigswald pada tahun 1935 di Punung Kabupaten Pacitan.
Kapak genggam ini digunakan oleh
manusia praaksara pada zaman paleolithikum sebagai alat penetak atau
alat yang digunakan untuk membelah kayu, menggali umbi – umbian, memotong
dagimg hewan buruan, serta berbagai keperluan lainnya. Kapak genggam ini
memiliki kesamaan dengan kapak berimbas yang juga ditemukan pada zaman
praaksara. Hanya saja kapak berimbas berukuran lebih besar bila dibandingkan
dengan kapak genggam. Menurut salah satu sumber, kapak berimbas ini dibuat oleh
manusia pithecantropus dan banyak ditemukan di Indonesia, khususnya kabupaten
pacitan. Adapun kegunaannya tak jauh berbeda dengan kapak genggam, yakni untuk
memotong daging hewan, dll.
2. Kapak Pendek
Satu lagi jenis yang serupa
dengan kapak genggam, yakni kapak pendek. Kapak pendek ini berbentuk setengah
lingkaran dan memiliki sisi yang tajam sehingga lebih mempermudah untuk
memotong daging atau hal-hal lainnya.
Sama seperti kapak sumatera,
kapak pendek ini banyak ditemukan di daerah sepanjang Pantai Timur Pulau
Sumatra. Para peneliti kemudian mencari persebaran pebble dan kapak pendek sampai
ke tempat asal mula ras Papua melanosoide di teluk Tonkin,Vietnam. Akhirnya
ditemukan pusat pebble dan kapak pendek berasal
dari Hoabinhian dan Bacsonian,Vietnam Utara.
3. Kapak Persegi
Tampaknya pada
zaman praaksara, terdapat berbagai macam kapak yang ditemukan, salah satunya
adalah kapak persegi. Kapak persegi ini sendiri berasal dari von Heine
Geldern. Alat ini memiliki bentuk yang memanjang dengan penampang
Alang berbentuk persegi dan bagian pangkalnya tidak biasa sebagai tempat ikatan
tangkai. Sesuai namanya, kapak persegi ini terbuat dari batu yang berbentuk
persegi. Kapak ini dipergunakan untuk mengerjakan kayu, menggarap tanah,
Serta melaksanakan upacara. Di daerah Indonesia sendiri, kapak persegi banyak
ditemukan di Jawa, Kalimantan Selatan,Sulawesi , dan Nusa Tenggara.
4. Kapak Lonjong
Kapak lonjong ini terbuat dari
batu kali dan memiliki warna yang kehitam-hitaman. Sama seperti namanya, kapak
lonjong ini memiliki bentuk yang lonjong, ujungnya yang lancip menjadi tempat
tangkainya, sedangkan ujung lainnya diasah hingga tajam. Ukuran yang
dimiliki kapak lonjong yang besar lazim disebut dengan Walzenbeil dan yang
kecil disebut dengan Kleinbeil, sedangkan fungsi kapak lonjong sama dengan
kapak persegi, yakni untuk menggarap tanah, dan berbagai keperluan lainnya.
5. Perkakas dari Tulang dan Tanduk
Perkakas tulang dan tanduk hewan banyak ditemukan di
zaman ini terutama di daerah Ngandong, dekat Ngawi, Jawa Timur. Alat-alat yang
merupakan peninggalan dari kebudayaan itu berfungsi sebagai alat penusuk,
pengorek, dan mata tombak. Oleh peneliti arkeologis pra peninggalan berupa
kebudayaan alat perkakas dari tulang disebut sebagai Kebudayaan Ngandong.
Alat-alat serpih dan alat-alat dari tulang dan tanduk ini dibuat dan digunakan
oleh jenis manusia purba Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.
|
|
|
Alat-alat dari Tulang dan
Tanduk Hewan. (Sumber: Sejarah Kebudayaan Nasional Indonesia) |
Langganan:
Postingan (Atom)