Kamis, 29 Agustus 2019

makalah peninggalan sejarah Masa praksara


Peninggalan Sejarah Masa Praksara
1. Kapak Genggam
Barangkali dalam bayangan anda kapak genggam di sini merupakan kapak yang terbuat dari besi sebagaimana yang sering anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tentu itu berbeda pada zaman praaksara. Kapak genggam pada zaman praaksara yang terbuat dari batu atau lempung dan tak bertangkai itu ditemukan oleh seorang bernama Ralph von Koenigswald pada tahun 1935 di Punung Kabupaten Pacitan.
Kapak genggam ini digunakan oleh manusia praaksara pada zaman paleolithikum sebagai alat penetak atau alat yang digunakan untuk membelah kayu, menggali umbi – umbian, memotong dagimg hewan buruan, serta berbagai keperluan lainnya. Kapak genggam ini memiliki kesamaan dengan kapak berimbas yang juga ditemukan pada zaman praaksara. Hanya saja kapak berimbas berukuran lebih besar bila dibandingkan dengan kapak genggam. Menurut salah satu sumber, kapak berimbas ini dibuat oleh manusia pithecantropus dan banyak ditemukan di Indonesia, khususnya kabupaten pacitan. Adapun kegunaannya tak jauh berbeda dengan kapak genggam, yakni untuk memotong daging hewan, dll.
2. Kapak Pendek
Satu lagi jenis yang serupa dengan kapak genggam, yakni kapak pendek. Kapak pendek ini berbentuk setengah lingkaran dan memiliki sisi yang tajam sehingga lebih mempermudah untuk memotong daging atau hal-hal lainnya.
Sama seperti kapak sumatera, kapak pendek ini banyak ditemukan di daerah sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatra. Para peneliti kemudian mencari persebaran pebble dan kapak pendek sampai ke tempat asal mula ras Papua melanosoide di teluk Tonkin,Vietnam. Akhirnya ditemukan pusat pebble dan kapak pendek berasal dari Hoabinhian dan Bacsonian,Vietnam Utara.
3. Kapak Persegi
 
Tampaknya pada zaman praaksara, terdapat berbagai macam kapak yang ditemukan, salah satunya adalah kapak persegi. Kapak persegi ini sendiri berasal dari von Heine Geldern.  Alat ini memiliki bentuk yang memanjang dengan penampang Alang berbentuk persegi dan bagian pangkalnya tidak biasa sebagai tempat ikatan tangkai. Sesuai namanya, kapak persegi ini terbuat dari batu yang berbentuk persegi. Kapak ini dipergunakan untuk mengerjakan kayu, menggarap tanah, Serta melaksanakan upacara. Di daerah Indonesia sendiri, kapak persegi banyak ditemukan di Jawa, Kalimantan Selatan,Sulawesi , dan Nusa Tenggara.
4. Kapak Lonjong
Kapak lonjong ini terbuat dari batu kali dan memiliki warna yang kehitam-hitaman. Sama seperti namanya, kapak lonjong ini memiliki bentuk yang lonjong, ujungnya yang lancip menjadi tempat tangkainya, sedangkan ujung lainnya diasah hingga tajam.  Ukuran yang dimiliki kapak lonjong yang besar lazim disebut dengan Walzenbeil dan yang kecil disebut dengan Kleinbeil, sedangkan fungsi kapak lonjong sama dengan kapak persegi, yakni untuk menggarap tanah, dan berbagai keperluan lainnya.
5. Perkakas dari Tulang dan Tanduk
Perkakas tulang dan tanduk hewan banyak ditemukan di zaman ini terutama di daerah Ngandong, dekat Ngawi, Jawa Timur. Alat-alat yang merupakan peninggalan dari kebudayaan itu berfungsi sebagai alat penusuk, pengorek, dan mata tombak. Oleh peneliti arkeologis pra peninggalan berupa kebudayaan alat perkakas dari tulang disebut sebagai Kebudayaan Ngandong. Alat-alat serpih dan alat-alat dari tulang dan tanduk ini dibuat dan digunakan oleh jenis manusia purba Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.

Alat-alat dari Tulang dan
Tanduk Hewan. (Sumber: Sejarah Kebudayaan
Nasional Indonesia)